Saturday, April 17, 2021
Home > News > Public Service > DPRD Tangerang Minta Segera Ambil Tindakan Cegah Pencemaran Cisadane

DPRD Tangerang Minta Segera Ambil Tindakan Cegah Pencemaran Cisadane


Banten-News | Democracy | Tangerang Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup agar segera mengecek kandungan air Sungai Cisadane yang tercemar akibat longsornya gunungan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jum’at (22/5/2020). Sebab, berbagai macam matrial sampah itu terbawa aliran air hingga memasuki sepanjang Sungai Cisadane di Kota Tangerang.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto, Selasa (26/5/2020) mengatakan Pemkot Tangerang diharapkan sesegera mungkin mengatasi pencemaran aliran sampah di sepanjang Sungai Cisadane.

“Menjelang Idul Fitri, Sabtu (23/5/2020) banyak pengaduan infomasi dari masyarakat. Kemudian, saya memantau langsung ke beberapa titik lokasi Sungai Cisadane. Memang keadaannya sangat memprihatinkan dan harus secepat mungkin diatasi karena berpotensi mengganggu ekosistem di Sungai tersebut dan juga kesehatan masyarakat Kota Tangerang,” ucap Turidi.  

Turidi mengatakan Pemkot Tangerang harus ada koordinasi dengan pihak Pemerintah Tangerang Selatan (Tangsel). Dua Walikota itu harus bertemu agar ada win -win sosuli dalam bentuk kinerja, tatakelola, dan anggaran penanganan. Hal ini untuk melakukan penyekatan aliran sampah di Hulu Sungai Cisadane dan pengangkutan sampah serta normalisasi sungai.  

Kiriman sampah itu akibat longsor gunungan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, sehingga berbagai macam matrial sampah itu terbawa aliran air hingga memasuki sepanjang Sungai Cisadane wilayah Kota Tangerang.  

Sementara itu, puluhan petugas gabungan sudah menarik longsoran sampah TPA Cipeucang yang nyaris menutupi aliran air di Sungai Cisadane,kemaren.

Penarikan sampah dengan alat berat atau eskavator yang sudah mencapai 20 meter dimulai dari seberang bagian sempadan tanggul beton yang jebol.

“Proses penarikan sampah pelan-pelan, gak bisa sembarangan. Kami sangat hati-hati,” kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Wismansyah Musa kepada kabar6.com, Selasa (26/5/2020).

Selama proses pengangkutan sampah berlangsung tidak boleh ada petugas berada di bawah gunungan sampah yang longsor. Sebab dikhawatirkan dapat berpotensi terjadi longsor susulan.

Wisman jelaskan, hanya unit armada eskavator yang bisa turun menginjak longsoran sampah di tengah badan Sungai Cisadane. Sampah kemudian ditarik oleh eskavator ke bagian pinggir daerah aliran sungai deket tanggul TPA yang jebol.

“Truk angkutan sampah standbye dipinggir, karena khawatir bisa jeblos kalau ngelindes sampah. Kalau alat berat kan emang didesain bisa mengapung di permukaan air sungai,” jelas Wisman.

Ia sangat berharap bantuan pinjaman armada alat berat milik pemerintah pusat beserta tenaga operatornya bisa segera tiba di lokasi perkara. Sementara saat ini baru ada tujuh unit eskavator yang beroperasi.

“Mohon doanya ya kami bisa  bersihkan sampah di Sungai Cisadane. Bahkan puji syukur Alhamdulillah, kalau  ternyata nantinya proses recovery (rehabilitasi) juga bisa secepatnya rampung,” harapnya.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close