Sunday, July 3, 2022
Home > News > Public Service > Dispora Kota Tangsel Pertanyakan Anggaran Dana Bosda Untuk Pembinaan Olahraga Pelajar dan Guru ?

Dispora Kota Tangsel Pertanyakan Anggaran Dana Bosda Untuk Pembinaan Olahraga Pelajar dan Guru ?


Banten-News | Public Service | Tangsel

Bertempat di Resto Saepisan BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan, Rabu (22/06/2022) pagi, menggelar kegiatan Sosialisasi tentang Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) kepada ratusan guru-guru olahraga tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan juga guru-guru sekolah Menengah Atas (SMA) Se-Kota Tangerang Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak panitia kegiatan mengundang beberapa narasumber, antara lain, Uke Mochamad Luthfan, S.IP. M.Si, selaku Ketua BAPOPSI Provinsi Banten sari KA.UPTD.PPO-PPLP Banten, Umar, SE. M.Si (Perwakilan Dispora Provinsi Banten dan Kabid bidang Hukum dan Organisasi BAPOPSI Provinsi Banten), Pak Sugeng, Momon Kasie Dispora Kota Tangsel bidang Pembinaan Pelajar, Drs. Gatot Sukartono, M.Or Kasie bidang Prestasi Dispora Kota Tangsel.

Kepada MediaBantenCyber.co.id, dilokasi kegiatan, Gatot Sukartono Kasie Pembinaan bidang Prestasi Dispora Kota Tangerang Selatan, mengatakan bahwa, kegiatan Sosialisasi BAPOPSI Kota Tangerang Selatan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel merupakan kegiatan koordinasi, Sinkronisasi dan Pelaksanaan Pemberdayaan Perkumpulan Olahraga dan Satuan Pendidikan Dasar yang dikaitkan dengan organisasi BAPOPSI (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia ).

“BAPOPSI itu penting, karena dia merupakan lembaga yang bertugas membina perkembangan dan kemajuan.olahraga ditingkat pelajar. Karena dasar dari kemajuan prestasi olahraga itu adalah olahraga pelajar dari tingkat SD dan SMP. Jadi sebelum para atlet itu dibina oleh KONI untuk menjadi atlet yang berprestasi, ditingkat dasar para atlet itu dibina oleh sekolah-sekolah, awal pembinaan para calon atlet yang berprestasi itu adalah di sekolah,” terang Gatot Sukartono.

Lanjutnya, yang menjadi kendala tidak dapat berjalannya pembinaan olahraga ditingkat pelajar selama ini adalah belum terbentuknya BAPOPSI ditingkat Kota Tangerang Selatan, kecuali di tingkat kecamatan saja yang selama ini sudah berjalan BAPOPSI nya. Untuk itu menurut Gatot, salah satu tujuan diundangnya para guru-guru SD dan SMP dalam pertemuan sosialisasi tentang BAPOPSI ini adalah dalam rangka proses membentuk lembaga BAPOPSI tingkat Kota Tangsel.

“Hari ini kami juga mengundang pak Uke ketua BAPOPSI Provinsi Banten dan juga pak Umar selaki perwakilan Dispora Provinsi Banten serta pak Sugeng selaku narasumber. Tujuannya adalah untuk untuk menjelaskan kepada guru-guru olahraga tingkat SD dan SMP se-Kota Tangsel, tentang fungsi dan peranan pentingnya kehadiran BAPOPSI di tingkat Kota Tangsel sebagai instrumen lembaga pembinaan awal calon-calon atlet usia muda untuk berprestasi baik ditingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan juga tingkat internasional,” katanya.

Sementara itu, Uke Mochamad Luthfan, S.IP. M.Si (ketua BAPOPSI) Provinsi Banten dan juga Umar perwakilan Dispora Provinsi Banten, saat menyampaikan keterangannya terkait organisasi dan lembaga BAPOPSI menyatakan bahwa dirinya bersama Umar baru saja dilantik sebagai ketua dan pengurus BAPOPSI Provinsi Banten sepekan sebelumnya oleh Plt Gubernur Banten, sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan sesuatu hal yang lebih detail terkait kegiatan BAPOPSI Provinsi Banten.

“Yang pasti tugas dari BAPOPSI adalah untuk membina dan menyelenggarakan pembinaan kepada para pelajar dan siswa/siswi tingkat sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD dan SMP) disetiap pemerintahan daerah baik kota/kabupaten dan juga provinsi. Agar prestasi para atlet dari awal tingkat pelajar dapat berjalan dengan baik dan sukses meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Dan untuk Kota Tangsel serta beberapa kabupaten di Provinsi Banten, tahun 2022 ini akan dilakukan penilainan dari Kemenpora RI untuk mengukur tingkat keberhasilan prestasi serta pembinaan olahraga tingkat SD dan SMP,” ucap keduanya.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan dialog antara para narasumber, Dispora Kota Tangsel dengan para guru-guru olahraga peserta sosialisasi BAPOPSI. Eliswati guru olahraga SDN 01 Buaran Serpong, dalam kesempatan tersebut mewakili guru-guru olahraga SD dan SMP lainnya, menyampaikan kegelisahan dan kegundahan hati nya terkait tidak jelasnya pengelola anggaran dana Bosda yang selama ini dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

“Dana Bosda itu kan dikelola untuk biaya operasional dalam pembinaan olahraga seperti eskul, OSN, FL2SN dan juga pembinaan untuk para pelajar serta guru-guru olahraga tingkat SD dan SMP se-Kota Tangerang Selatan agar guru-guru olahraga menjadi semakin Berkualitas, Berkompetensi dan juga inovatif. Dan sejak tahun 2017 pengelolaan dana Bosda di Kota Tangsel itu tidak jelas dan tidak ada alias vakum, nah ini yang kami pertanyaan kemana dana Bosda itu untuk berbagai macam keperluan operasional pembinaan olahraga baik pelajar dan guru-guru olahraga di Kota Tangseln,” tandas Eliswati. (BTL/Red-Bn)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.