Monday, September 27, 2021
Home > News > Education > Diduga Ribuan, Siswa Titipan Masuk Sekolah SMA/SMK Negeri Saat Pelaksanaan PPDB di Banten

Diduga Ribuan, Siswa Titipan Masuk Sekolah SMA/SMK Negeri Saat Pelaksanaan PPDB di Banten


Banten-News | Education | Tangerang Selatan

Wakil Ketua Tangerang Public Transparency Watch  (TRUTH) Jupri Nugroho mensinyalir bahwa diperkirakan ada ribuan siswa titipan yang masuk di SMK/SMA Negeri di Provinsi Banten tidak terkecuali di Kota Tangerang Selatan. Pasalnya menurut sejumlah pihak, minat masyarakat masih sangat tinggi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.

“Jadi meski harus mengeluarkan uang banyak, tetapi masyarakat dalam hal ini orang tua siswa masih sanggup mengeluarkan uangnya,” kata Jupri Nugroho, Minggu (15/8/2021) pagi.

Dia memprediksi jika di setiap SMA/SMK Negeri menerima 400 atau 500 siswa, separuh rombongan belajar (rombel) potensi diselewengkan oleh oknum. Akan tetapi kata Jupri, hal ini bisa terjadi lantaran desakan bukan saja dari oknum atau perantara elit yang dekat dengan kekuasaa saja yang bermain. Tetapi karena pejabat atau bahkan aparat hukum hingga birokrasi bawah juga mempunyai kesempatan menitipkan calon siswa agar masuk di sekolah negeri.

“Bukan hnya pejabat, oknum lingkungan juga ikut bermain karena alasan zonasi. Yang penting anaknya masuk. Kalau di swasta kan bisa jadi bakal mengeluarkan biaya terus. Nah di sekolah negeri (tingkat SMA/SMK) fasilitas sudah ada dari pemerintah. SPP juga tidak ada atau gratis,” tegas Jupri.

Jupri menambahkan, besaran biaya pelicin yang dipatok tergantung dari sekolah yang dituju (pavorit dan non pavorit-red). Untuk biaya pelicin tingkat SMA/SMK Negeri wilayah Tangerang cukup signifikan dibanding wilayah lain di Banten. Berbeda juga dengan wilayah SMA/SMK Negeri di Kabupaten Tangerang, lebih rendah dari Kota Tangerang dan Kota Tangsel yang lebih mahal.

“Biayanya beda-beda. Berbeda sekolah juga beda jumlah biaya ‘pelicinnya’ mas. Apalagi sekolah favorit pasti lebih mahal,” ucapnya.

Dari penelusuran yang berhasil dihimpunnya menurut Jupri, untuk sekolah bukan favorit rata-rata biaya masuk ‘jalur luar’ berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta rupiah. Untuk sekolah kategori menengah bukan favorit disebutkan berkisar Rp 5 juta hingga belasan juta rupiah. Sementara untuk sekolah favorit biaya masuk melalui oknum bisa menembus angka puluhan juta rupiah.

“Sekolah favorit yang saya tahu di Kota Tangerang sama di Kota Tangsel. Antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta rupiah,” ungkapnya.

Jupri mengatakan bahwa, pihak TRUTH sudah menyurati Dindikbud Provinsi Banten yang tujuan untuk meminta transparansi data siswa SMA/SMK yang masuk melalui PPDM tahun 2021 di Provinsi Banten.

“Kalau dinas transparan pasti akan menjawab surat permohonan informasi publik dari kami. Ini kan demi kemajuan pendidikan. Jadi nanti kelihatan soal jumlah siswa titipan dan murni,” ucap Jupri.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon dan konfirmasi melalui Whatsapp nya, Tabrani Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Banten, belum memberikan keterangan.(Rls/Mlt)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *