Monday, September 27, 2021
Home > News > Crime & Law > Diduga Palsukan Surat, Kepala Panitera PN Tangerang Dipolisikan

Diduga Palsukan Surat, Kepala Panitera PN Tangerang Dipolisikan


Capt: Robert Sirait (tengah) memperlihatkan bukti Laporan Polisi .

Banten-News | Crime & Law | Tangerang

Robert Sirait SH, kuasa hukum terdakwa Sriwitin Lee ahirnya  melaporkan Kepala Panitera PN Tangerang ke Polres Metro Tangerang Kota, atas dugaan pemalsuan surat salinan putusan Mahkamah Agung (MA) No 597/Pid/2018 atas nama klien nya, Rabu, 4 Maret 2020 sore.

Robert Sirait SH didampingi Anton Sitanggang SH kepada awak media, Kamis 5/4/2020) menyebut, laporan adanya dugaan pemalsuan surat atau dokumen negara  mekanisme pengiriman dan isi salinan putusan kasasi MA dinilai tidak sesuai aturan main sehingga sangat mertugikan klien nya.

“Semestinya, salinan putusan kasasi MA di terima oleh kuasa hukum setelah ada permintaan secara tertulis. Namun yang terjadi salinan putusan dikirim oleh Satpam ke rumah klien nya, atas permintaan lisan oleh kuasa hukum, padahal ini tidak pernah dilakukan. Kalau memang kami meminta seharus dikirim ke kami dong,” tegas Robert.

Dugaan pemalsuan dokumen jelas Robet, karena ada kerjasama antara oknum PN Tangerang dengan oknum Jaksa Kejaksaan Kabupaten Tangerang itu dibuktikan dengan surat pernyataan dari CWU, pengawai honorer PN Tangerang. Dalam surat pernyataan tanggal 26 Februari 2020 di atas materai mengakui  membuat sendiri salinan putusan kasasi karena disuruh oleh oknum Jaksa, tanpa sepengetahuan atasan. Setelah memalsukan paraf kemudian diajukan ke Panitera PN Tangerang untuk ditandatangani dan berhasil.

Yang menarik, Kepala Panitera PN Tangerang dengan mudah menandatangani Salinan putusan kasasi MA  tanpa meneliti .

“Jangan jangan pegawai honorer dijadikan tumbal dalam kasus ini, tapi perlu pembuktian lebih lanjut,” ucap Robert.

Laporan kasus pemalsuan surat No : TBL/B/204/III/2020/PMJ/Restro Tangerang Kota , Rabu (4/4/20) jam 17.30 WIB, dengan terlapor Y dkk ditanda tangani KA UNIT 2, AKBP Mulyono SE.SH.MM.

Kasus pidana tanah di Jalan Raya Serpong dengan terdakwa Sriwitin Lee di PN Tangerang di vonis bebas murni. Jaksa kemudian  mengajukan kasasi. Putusan kasasi terdakwa dihukum percobaan satu tahun.

Pada saat kasasi masih berjalan di MA pelapor bernama Minanto Wiyono mengajukan gugatan perdata di PN Tangerang. Namun, dalam gugatan perdata Winanto Wiyono menggunakan nama lain yaitu, Ng Min Hong  sehingga dipertanyakan oleh tergugat.

“Kita sudah mengantongi keterangan dari Disdukcapil DKI Jakarta, bahwa penggugat memiliki tiga KTP berbeda alamat. Setelah 3 kali persidangan pihak penggugat juga tidak dapat memeperlihatkan KTP asli sehingga sidang ditunda. Kepemilikan tiga KTP juga sudah dilaporkan Ke Polres Metro Tangerang Kota bersamaan dengan kasus dugaan pemalsuan surat,”jelas Antoni Sitanggang SH. (sul).

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *