Sunday, June 13, 2021
Home > News > Crime & Law > Dideportasi, Sepasang WNA Inggris Bebas Jeratan Pidana

Dideportasi, Sepasang WNA Inggris Bebas Jeratan Pidana


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Bandara

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPA Soekarno Hatta membebaskan jeratan hukuman pidana terhadap sepasang warga negara asing (WNA) asal Inggris.

Sejatinya, kedua WNA itu telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau UU Nomor 14 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Seharusnya dua WNA Inggris tidak boleh dideportasi terlebih dahulu, karena secara aturan selama masih dalam perkara ini (melanggar UU Kekarantinaan dan UU Wabah Penyakit Menular), mereka tidak boleh dulu,” ungkap Dapot Dariarma, Kepala Seksie Pidana Umum (Kasie) Pidum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang kepada rri.co.id, Rabu (26/5/2021).

Ia menjelaskan, seharusnya kedua WNA asal Inggris itu harus menyelesaikan masalah sangkaan pidananya terlebih dahulu. Terlebih lagi bila diputuskan bersalah, mereka harus menjalani masa hukumannya terlebih dahulu.

“Dua WNA Inggris harus menjalani hukumannya terlebih dahulu di Indonesia, karena mereka harus menyesaikan masalah dan perkaranya dahulu. Jadi tidak bisa kembali ke negaranya,” tutur mantan Kasie Pidum Kejari Garut itu.

Menurut Dapot, walaupun memang tidak bisa ditahan karena ancaman hukumannya hanya 1 tahun, kasusnya tetap harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Izin peberbangannya pun harus diclearkan dahulu. Apabila, dideportasi bagaimana dengan izin penerbangan? Lalu bila sampai di pengadilan bagaimana jaksa menghadirkan terdakwa saat bersidang,” paparnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kompol Ahmad Alexander Yurikho mengatakan, kasus pidana dua WNA Inggris bisa diproses di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengkonfirmasi ke Jaksa Penuntut Umum terkait bagaimana teknisnya.

“Bisa dong diproses di Indonesia. Kita mau konfirmasi JPU-nya dulu bagaimana teknisnya,” ucap Alex saat dikonfirmasi.

Ia menuturkan, pihaknya juga akan mengambil contoh kasus yang terjadi di Bali dimana seorang WNA berpura-pura memakai masker, padahal hanya wajahnya saja yang dicorat-coret menggunakan masker.

“Itu kan sama bule dan dideportasi juga. Terus pemidanaannya bagaimana?” tanya Alex.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta mendeportasi dua warga negara asing (WNA) asal Inggris berinisial ODE, wanita berusia 39 tahun dan MM, pria 32 tahun, yang kabur saat hendak dikarantina Covid-19.

“Dipulangkan nanti malam jam 19.00, naik pesawat Singapore Airlines melalui Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta,” ungkap Romi Yudianto, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI  Soekarno Hatta, Rabu (26/5/2021). (Foto & Article dari Aen-m.rri.co.id)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close