Saturday, October 31, 2020
Home > News > Infrastructure > Decky Tegaskan Gambar Jalan Kali Perancis yang Viral Bukan di Kota Tangerang

Decky Tegaskan Gambar Jalan Kali Perancis yang Viral Bukan di Kota Tangerang


Banten-News | Infrastucture | Tangerang Kota

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Decky Priambodo menegaskan gambar Jl. Kali Perancis yang rusak dan viral di sosial media bukan berlokasi di Kota Tangerang, namun kebanyakan gambarnya diambil di wilayah kabupaten.

“Foto dan video jalan yang rusak yang beredar di Sosmed tersebut masuk wilayah Kabupaten, di kita memang ada beberapa bagian yang rusak dan kita akan segera lakukan perbaikan,” tegas Decky, Sabtu 7 Maret 2020.

“Perlu kerjasama antar daerah harusnya pihak Provinsi juga ikut terlibat, karena jalan ini menghubungkan dua wilayah yakni kota dan kabupaten,” paparnya.

Decky menambahkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan segera memperbaiki sebagian Jl. Kali Perancis yang rusak, mengingat dari total panjang jalan 6,7 KM hanya 2,2 KM yang masuk wilayah Kota Tangerang.

“Dari panjang 2,2 KM yang rusak 30-40 %, memang ada beberapa bagian yang berlubang lumayan dalam, dan mulai besok (Minggu, 08 Maret 2020) akan dilakukan pengerjaan,” paparnya.

Decky juga menginformasikan bahwa kondisi Jl. Kali Perancis yang rusak tersebut disebabkan oleh banyaknya kendaraan bertonase tinggi melintas di jalan tersebut. Karena jalan tersebut menghubungkan daerah industri dan pergudangan di Dadap dengan wilayah Kota Tangerang.

“Jadi Jl. Kali Perancis yang masuk wilayah Kota Tangerang ini peruntukannya untuk kendaraan kecil, namun karena di Dadap yang masuk kabupaten Tangerang, dikembangkan sebagai daerah pergudangan banyak truk bertonase besar melintas ke wilayah Kota Tangerang, yang pada akhirnya banyak jalan yang rusak karena jalannya dirancang untuk tidak dilewati kendaraan besar,” paparnya.

Menyinggung soal dampak ekonomi buat masyarakat Kota Tangerang dari adanya pergudangan di Dadap, Decky menegaskan hampir tidak ada.

“Keuntungan ekonomi buat masyarakat Kota Tangerang hampir enggak ada, dampak paling terasa ya itu jalan rusak,” sambungnya.

Untuk mencegah kerusakan jalan lebih parah akibat kendaraan berat, lanjut Decky pihaknya bersama dengan Dinas Perhubungan akan segera mengkaji pemberlakuan aturan pembatasan tonase kendaraan.

“Kita akan kaji aturan tersebut, karena banyak kendaraan bertonase berat yang menuju wilayah luar Tangerang memilih melintas di wilayah Kota Tangerang untuk mempersingkat waktu,” pungkasnya.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close