Tuesday, October 26, 2021
Home > News > Crime & Law > Cegah Penyebaran Covid-19, Polda Banten Gelar Vaksinasi Massal

Cegah Penyebaran Covid-19, Polda Banten Gelar Vaksinasi Massal


Banten-News | Crime & Law | Serang

Kepolisian Daerah (Polda) Banten meluncurkan program Go-vaksin sebagai layanan vaksinasi langsung ke rumah-rumah *(vaksin dijajapekeun ka bumi)* bagi warga berusia di atas 50 tahun.

“Selain itu, layanan jemput bola ini juga diperuntukkan bagi mereka yang berprofesi *pendidik* dan yang bekerja di *pelayanan publik*. Mereka boleh aktif meminta vaksinasi lewat nomor telepon gratis 110,” demikian Kapolda Banten, Irjen Pok. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho dalam sosialisasi melalui media mulai hari ini, Sabtu (12/6/21).

Sebagaimana diketahui, vaksinasi bertujuan untuk membangkitkan imun (kekebalan) tubuh, membentuk “herd imunity” (kekebalan kelompok), dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dengan vaksinasi layanan “jemput bola” ke rumah-rumah, Kapolda Banten berharap target nasional vaksinasi bagi warga dapat tercapai lebih cepat dan kekebalan setiap warga terhadap Covid-19 lebih cepat meningkat.

Akan tetapi, Kapolda Irjen Rudy tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat, meski sudah dua kali vaksinasi tetap harus konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap harus gunakan masker, rajin cuci tangan, asupan makanan bergizi dan jaga jaga jarak perorangan agar tidak menciptakan kerumunan manusia,” Kapolda Irjen Rudy mengingatkan lagi.

Sementara itu, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Polda Banten bekerja sama dengan Denkesyah 03.04.04 Serang melaksanakan vaksinasi massal kepada tenaga pendidik, notaris, lansia, dan masyarakat umum.

Adapun vaksinasi massal tersebut dilakukan di Klinik Bhayangkara Biddokes Polda Banten Jl. Ki Mas Jong No 2 Serang, kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol dr. Agung Widodo, Minggu (13/06/2021).

Saat ditemui, Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol dr. Agung Widodo, Sp.M mengatakan bahwa hari ini mendistribusikan 1.000 vaksin jenis sinovac diantaranya 200 vaksin untuk tenaga pendidik, 150 vaksin untuk notaris, 100 vaksin untuk lansia, dan sisanya untuk masyarakat umum lainnya.

“Ya, hari ini kita melaksanakan vaksinasi massal untuk masyarakat khususnya tenga pendidik, notaris, lansia, dan masyarakat umum ini merupakan upaya kami untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” ucap Agung.

Kabiddokes menjelaskan, bahwa sebelum dilakukan vaksinasi, dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

“Sebelum dilakukan vaksin ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, pertama mengisi data/identitas, kemudian diperiksa kesehatannya, lalu dilakukan screening oleh tim dokter, Jika hasil screening tidak ada masalah (sehat) maka lanjut di suntik vaksin, terakhir dilakukan observasi jika terjadi gejala-gejala setelah vaksin. Jadi bisa dipastikan yang di vaksin itu dalam keadaan sehat,” jelas Agung.

Dr. Agung menginformasikan untuk yang sudah pernah terpapar Covid-19, tetap akan di vaksin tetapi nanti 3 bulan setelah negatif berdasarkan hasil swab PCR. (Foto & Article dari Hari/Bidhumas/Mlt)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *