Tuesday, September 29, 2020
Home > News > Democracy > Cabor Serukan Pilih Walikota Tangsel Yang Siap Membangun Fasilitas Dan Prasarana Lengkap

Cabor Serukan Pilih Walikota Tangsel Yang Siap Membangun Fasilitas Dan Prasarana Lengkap


Banten-News | Democracy | Tangsel

Terdorong oleh rasa keprihatinan yang mendalam atas sangat minimnya fasilitas olah raga yang ada di Kota Tangerang Selatan (tidak ada fasilitas olah raga di Kota Tangsel-red) puluhan tokoh dan aktifis olah raga se Kota Tangerang Selatan, Rabu (05/08/2020) malam, mengadakan pertemuan disebuah Cafe dikawasan Pondok Aren, Bintaro, guna membicarakan terwujudnya pembangunan gedung sarana dan prasarana serta fasilitas semua cabang olah raga (Cabor) yang memenuhi standar nasional gedung olah raga baik di tiap Kecamatan maupun ditingkat Kota Tangsel.

Menurut Rudi (nama samaran-red) pertemuam para tokoh dan aktifis Olah Raga se Kota Tangsel dilakuan guna menyamakan persepsi bersama bahwa kalangan Olah Raga dan dunia Pendidikan di Kota Tangsel SANGAT MEMBUTUHKAN keberadaan Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Olah Raga yang baik dan memenuhi standar nasional.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Marmo Pengurus dan tokoh senior Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel, Ngadimin Ketua Umum Badan Pembina Olah Raga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) serta Zulpa Sungki Setiawati selaku Ketua Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) dan juga para dedengkot Olah Raga Kota Tangsel yang SANGAT BERPENGARUH yang enggan untuk disebutkan namanya.

Ngadimin, Ketua Umum Bapopsi mengatakan bahwa, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pembinaan Keolahragaan Indonesia. Menurut Ngadiman, pembinaan keolah ragaan di Indonesia tersebut dibagi menjadi Tiga jalur pembinaan, antara lain untuk pembinaan prestasi maka dilakukan melalui jalur KONI, untuk program Pelajar maka pembinaannya melalui jalur Bapopsi dan untuk pembinaan rekreasi serta masyarakat melaui jalur Formi.

“Pembagian Tiga jalur pembinaan olah raga di Indonesia ini banyak tidak dipahami oleh para pemangku kebijakan pemerintahan daerah di Indonesia. Padahal itu merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005. Dimana seluruh wilayah di Indonesia itu wajib memiliki Tiga jalur pembinaan Olah Raga yaitu KONI, Bapopsi serta Formi,” terang Ngadimin.

Sementara itu, Marmo Pengurus senior KONI Kota Tangsel (pendiri KONI Tangsel) menyampaikan keiginannya agar Kota Tangsel dapat meraih prestasi olah raga yang terbaik se Provinsi Banten. Dan untuk dapat mewujudkan keinginan tersrbut maka dibutuhkan dukungan berupa kelengkapan sarana dan prasarana dan juga anggaran dari Pemerintah daerah. 

“Untuk merealisasikan hal tersebut maka diperlukan dukungan anggaran keuangan pembinaan Olah Raga sebesar 2 persen dari APBD Kota Tangsel,” ujar Marmo.

Ketua Federasi Olah Raga Rekreasin Masyarakat Indonesia (Formi) Zulpa Sungki Setiawati, mendesak dan meminta agar Walikota Tangsel yang baru hasil Pilkada 2020 mendatang agar cermat dan profesional dalam memilih pembantunya dalam hal ini para Kepala Dinas (Kadis) sesuai dengan kemampuan ilmu yang dimilikinya.

“Jika mau Olah Raga di Kota Tangsel maju dan hasilnya baik serta maksimal maka pilihlah para Kepala dinas sesuai dengan ilmunya dan jangan memilih para Kadis tersebut atas pertimbangan power sharing (pembagian kekuasaan) dan kepentingan politik kelompok tertentu saja,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Kurniawan (nama samaran) salah seorang peserta pertemuan yang enggan disebutkan jati diri sebenarnya. Dirinya meminta kedepannya agar Walikota Tangsel agar dalam memilih Kepala dinas yang baru, dalam hal ini Kadis Dindik dan juga Kadispora Kota Tangsel untuk membentuk Kabid atau Kasie Olah Raga khusus siswa berprestasi dalam bidang olah raga.

“Pokoknya saya meminta kepada rekan-rekan semua untuk komit bersama-sama memperjuangkan terwujudnya pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana Olah Raga yang memenuhi standar nasional. Kita harus kompak dan jangan mudah tergiur dengan rayuan kepentingan masing-masing cabang Olah Raga (Cabor). Saya tegaskan yang tergiur dengan rayuan hanya untuk kepentingan kelompok Cabornya sendiri, maka dia itu tipe manusia PENHKHIANAT !. Ingat, kelompok Olah Raga memiliki jumlah massa yang cukup besar baik dikelompok profesional Olah Raga maupun didunia pendidikan,” tegas Rudi. (MBC))

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close