Tuesday, October 20, 2020
Home > News > Healt > Bupati Zaki Cek Suhu Tubuh Mencegah Penyebaran Covid-19

Bupati Zaki Cek Suhu Tubuh Mencegah Penyebaran Covid-19


Banten-News | Health | Tangerang Kabupaten

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengecek suhu tubuh dengan menggunakan thermometer infrared. Pengecekan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pengecekan suhu tubuh tersebut dilakukan di Pintu masuk Gedung Bupati Tangerang sebelum menggunakan lift lantai satu Gedung Bupati Tangerang di Tigaraksa, Selasa (17/3/2020) pagi.

Pegawai yang hendak masuk jam kerja juga terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya oleh petugas kemanan yang ditugaskan di kantor Bupati Tangerang. Begitu juga tamu dan perss yang berkunjung di kantor Bupati dipriksa suhu tubuh.

Selain mungukur suhu tubuh, Pemkab Tangerang juga menyediakan cairan antiseptik dan mewajibkan setiap pegawai untuk mencuci tangannya. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona.

Bupati Zaki mengatakan saat ini seluruh gedung di Puspem Kabupaten Tangerang memberlakukan standar pencegahan Covid 19 dengan di cek suhu tubuh dan penggunaan hand sanitizer. Terlebih disentra pelayanan masyarakat SOP tersebut sudah harus diterapkan.

“Kita harus sedini mungkin melakukan pencegahan dengan satu diantaranya adalah mensentralisasi pintu masuk, selain itu juga siapkan Hand Sanitizer dipersiapkan untuk pembersih tangan di beberapa titik strategis, dan yang terpenting di cek suhu tubuh juga,” paparnya.

Zaki menambahkan untuk kantor yang memberikan pelayanan ke masyarakat langsung tetap buka seperti Pelayanan Catatan Sipil, perizinan dan pelayanan lain tetap buka, dan untuk seluruh ASN di Kabupaten Tangerang pun masuk seperti biasa belum ada instruksi untuk bekerja dirumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana Dinardianti, MARS menyampaikan untuk suhu badan normal nya 37,6 derajat censius. Kalau 38 derajat censius atau lebih harus di wawancara dulu dan jagan masuk ke kantor.

Selanjutnya, petugas kesehatan menentukan apakah dicurigai covid atau tidak. Bila dicurigai harus menentukan Orang Dengan Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jika ODP akan disuruh pulang dan isolasi diri di rumah selama 14 hari.

“Jika dicurigai, harus menentukan Orang Dengan Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jika ODP akan disuruh pulang dan isolasi diri di rumah selama 14 hari. Jika PDP maka akan dirujuk ke RS terdekat,” ujarnya

Lanjutnya, Tim PIE RS akan skrining apakah memang PDP atau bukan. Jika PDP, RS terdekat akan rujuk ke RS rujukan setelah tim PIE RS saling berkoordinasi sebelum dirujuk. Jika RS rujukan penuh, RS terdekat harus tetap merawat pasien PDP tersebut. (Diskominfo)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close