Wednesday, November 25, 2020
Home > News > Democracy > Buntut Pernyataan Pangdam Jaya “FPI Dibubarkan”, Fadli Zon Minta Mayjen Dudung Dicopot

Buntut Pernyataan Pangdam Jaya “FPI Dibubarkan”, Fadli Zon Minta Mayjen Dudung Dicopot


Banten-News | Democracy | Jakarta

Mantan Wakil ketua DPR RI yang saat ini menjadi anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon, menilai pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyinggung soal ‘Bubarkan FPI’, dinilainya sudah melanggar tujuan pokok fungsi (tupoksi) TNI. Atas kejadian tersebut Fadli Zon menyarankan agar Pangdam Jaya Mayjen Dudung dicopot dari jabatannya.

“Dia sudah offside ini Pangdam. Sudah melanggar tupoksi dan kewenangannya. Sebaiknya Pangdam Jaya ini dicopot saja,” ujar Fadli kepada awak media, Jumat (20/11/2020).

Fadli Zon yang mantan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dan juga pentolan aktivis mahasiswa Reformasi’98 tersebut menilai bahwa akan berbahaya jika TNI masuk ke ranah politik sipil dan menggunakan pendekatan kekuasaan. Menurutnya, TNI seharusnya berfokus pada ancaman disintegrasi teritorial seperti di daerah Papua.

“Berbahaya kalau TNI sudah ikut-ikut politik sipil dan melakukan pendekatan kekuasaan,” tegasnya.

“TNI itu harusnya fokus terhadap ancaman disintegrasi teritorial seperti di Papua yang kini makin menguat,” tandasnya.

Dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menilai kendaraan taktis (rantis) militer yang terlihat di kawasan markas DPP FPI sebagai kejadian yang janggal dan aneh. Dan Fadli Zon mempertanyakan dan meminta agar kejadian tersebut diusut.

“Menurut saya, itu pemandangan yang sangat janggal dan aneh. Ada urusan apa kendaraan dinas militer berhenti di dekat markas DPP FPI. Apakah mau menakut-nakuti? Harus diusut sebagai sebuah skandal. Itu bukan tupoksinya,” tegasnya.

Fadli menyatakan kejadian yang melibatkan kendaraan rantis TNI di depan markas DPP FPI Petamburan merupakan kejadian yang sangat memalukan dan mendegradasi/menurunkan derajat dan kewibawaan institusi TNI.

“Kejadian di Petamburan benar-benar sangat memalukan dan mendegradasi institusi TNI,” ujar Fadli.

Seperti diketahui bahwa Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat menyampaikan pernyataannya saat menggelar apel bersama institusi kepolisian Polda Metro Jaya dan juga gabungan anggota Satpol PP se Jabodetabek, Jum’at (20/11/2020) pagi dikawasan Monas, dirinya merespons video viral yang memperlihatkan proses penurunan baliho Habib Rizieq Syihab (HRS) yang dilakukan oleh orang berbaju loreng. Pangdam Jaya Dudung mengatakan peristiwa tersebut merupakan atas perintahnya.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya, karena beberapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Itu perintah saya,” kata Mayjen Dudung.(BTL)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close