Tuesday, September 29, 2020
Home > News > Democracy > Blunder Politik Puan Maharani, Pilkada Sumatera Barat Tanpa PDIP

Blunder Politik Puan Maharani, Pilkada Sumatera Barat Tanpa PDIP


Banten-News | Democracry | Jakarta

Buntut dari ucapan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang dianggap telah MENYAKITI hati masyarakat Sumatera Barat (Minang/Padang) berubah menjadi BLUNDER politik, ibarat pepatah “Mulut mu adalah Harimau mu” bagi Puan Maharani dan juga bagi PDIP. Hal terebut berimbas dengan di KEMBALIKANNYA SK pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni yang bersepakat untuk mengembalikan surat dukungan dari Partai PDI-Perjuangan.

Hal tersebut dilakukan oleh kedua pasangan tersebut karena KECEWA dengan pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang dinilai telah melukai hati masyarakat Sumatera Barat.

“Kami berdua sudah sepakat bersama Pak Mulyadi, kami mengembalikan SK dukungan politik dari PDIP,” ujar Ali Mukhni, Sabtu (05/09/2020).

Lanjut Ali, dia dan calon wakilnya telah mengembalikan Rekomendasi dari Partai PDIP tersebut karena pertimbangan mendengarkan aspirasi dari masyarakat Minang, masyarakat Sumatera Barat. Masyarakat Sumatera Barat betu-betul sangat kecewa dengan Puan Maharani‎,” tandasnya.

“Banyak tokoh masyarakat Minang yang menelepon saya, mereka menyampaikan kekecewaannya terhadap penyataan Mbak Puan,” ujarnya.

Dengan dikembalikannya SK dari Partai PDIP, maka pasangan Mulyadi-Ali Mukhni hanya diusung oleh dua partai politik saja, yakni Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Seperti telah diketahui bahwa sebelumnya Ketua DPP PDIP Puan Maharani telah membuat heboh masyarakat Sumatera Barat. Hal tersebut disebabkan Puan Maharani pada saat menyampaikan pengumuman bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat telah MENYINDIR masyarakat Sumatera Barat dengan mengatakan agar masyarakat Sumatera Barat dapat menjadi Provinsi yang mendukung negara Pancasila.

“Rekomendasi ini diberikan kepada Mulyadi dan Ali Mukni. Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila,” tutur Puan Maharani, saat pengumuman kepala daerah gelombang V secara virtual, Rabu (03/09/2020).

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sadarestuwati mengungkapkan sampai dengan saat ini pihaknya belum menerima pengembalian surat keputusan (SK) dari bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mulyadi-Ali Mukhni.

“Sampai hari ini rekomendasi belum dikembalikan‎,” ujar Sadarestuwati melansir JawaPos.com, Sabtu (05/09/2020).

Sadarestuwati menambahkan, PDIP tidak bisa memaksakan kehendaknya dalam mengusung Mulyadi dan Ali Mukhni. Sehingga mempersilakan pasangan tersebut apabila keberatan didukung oleh PDIP.

“Kalau memang mau mengembalikan tentunya PDIP mempersilakan karena itu menjadi hak beliau sebagai calon,” pungkasnya. (MBC/BTL)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close