Wednesday, June 16, 2021
Home > News > Crime & Law > Bangunan Belum Ber-IMB Disamping Puspemkot Tetap Dibangun Walau Telah Dilaporkan Kepada Satpol PP. Ada Apakah ?

Bangunan Belum Ber-IMB Disamping Puspemkot Tetap Dibangun Walau Telah Dilaporkan Kepada Satpol PP. Ada Apakah ?


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Selatan

Sungguh miris dan ironi, dalam setahun ini terjadi maraknya bangunan yang tidak berizin alias belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tetapi ironinya, lokasi bangunan-bangunan yang tidak berijin tersebut berada persis disamping kantor dan gedung Puspemkot Tangsel, yaitu dijalan Alif Gede, RT 003/004, Kp. Maruga, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.

Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan apa yang baru saja dilakukan dan ditandatangani oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, SH. MH pada Jum’at, 5 Maret 2021 diruang Blandongan, gedung Puspemkot Tangsel yang telah menandatangani program penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai salah satu ciri sudah baiknya pelayanan Birokrasi di Kota Tangsel yang harus cepat, tepat, efektif, efesien serta responsif kepada kepentingan masyarakat.

Yang menjadi pertanyaan warga masyarakat adalah, berulangnya kejadian berdirinya berbagai bangunan yang belum memiliki IMB ataupun telah memiliki IMB tetapi melalui proses yang tidak baik alias tidak sesuai prosesnya dengan memanifulasi data persyaratan pengajuan IMB, adalah karena para pelaku investornya dalam membangun bangunan yang NAKAL atau memang karena proses pengajuan IMB nya yang masih “berbelit-belit” dan bertele-tele ?, ataukah masih ada apartur birokrasinya yang bermain ?.

Menanggapi situasi yang terus berulang-ulang seperti itu, membuat Geram Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen  Paragon (YLPKP) Puji Iman Jarkasih, SH. MH. Kepada MediaBantenCyber.co.id pada Sabtu (06/03/2021) pagi, Puji Iman Jarkasih yang juga menjadi salah satu hakim BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) di Kota Tangsel tersebut menyatakan kegeramannya.

“Saya menduga keras ada oknum birokrasi khususnya Satpol PP Kota Tangsel yang bermain. ini sangat jelas terlihat begitu vulgar di mata publik. Bangunan yang diduga tidak berijin (memiliki IMB-red) yang berada di jalan Alip Gede RT 003/04 Kp. Maruga Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat yang lokasinya sangat dekat dengan pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan, tetapi tetap dengan enaknya dibangun tanpa di SEGEL oleh pihak Satpol PP,” kata Puji Iman.

Ini diduga pasti ada permainan Pat gulipat antara oknum Satpol PP dengan para pelaku usaha hitam/nakal yang sangat rapi. Dan saat mau dilakukan tindakan penegakkan Perda Kota Tangsel tentang IMB, malah di munculkan nama-nama tokoh-tokoh fiktif untuk mengahadapi rencana tindakan Perda Kota Tangsel tersebut, yaitu berupa orang orang dhuafa. Harusnya PPNS Satpol PP jeli dan melakukan penyelidikan yang rinci dan terukur. Maka di timbulkanlah kesan ini demi rasa kemanusiaan, tapi dibalik itu semua sungguh miris. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi petugas Satpol PP Kota Tangsel.

Sementara itu, Herman selaku PPNS Satpol PP Kota Tangerang Selatan, saat dikonfirmasi via Whatsapp nya pada Sabtu (06/03/2021) pagi, terkait belum dilaksanakannya proses Penyegelan terhadap bangunan liar yang tidak ber-IMB dijalan Alif Gede, RT 003/004, Serua, Kecamatan Ciputat tersebut, tidak memberikan keterangan dan jawaban apapun alias memilih Bungkam. (Foto & Article dari MBC-BTL)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close