Wednesday, January 20, 2021
Home > News > Public Service > Baznas Tangsel, DMI Serpong dan Ranting Gelar Sosialisasi Pembentukan UPZ Zakat

Baznas Tangsel, DMI Serpong dan Ranting Gelar Sosialisasi Pembentukan UPZ Zakat


Banten-News | Public Service | Tangerang Selatan

Guna memberikan pemahaman kepada para pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) diwilayah kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tentang PENTING nya masjid-masjid memiliki lembaga Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) cabang Kecamatan Serpong dan juga ranting Kelurahan Rawa Mekar Jaya (RMJ), Sabtu (19/12/2020) siang ba’da sholat Dzhuhur, menggelar kegiatan sosialisasi tentang sinergitas Baznas Kota Tangsel dengan masjid dalam rangka pembentukan UPZ di masjid-masjid untuk kemaslahatan umat. Kegiatan tersebut dilaksanakan diaula masjid Al Fath kampus Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Serpong BSD.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DMI cabang Serpong Ustadz H. Arief Jamaluddin, M.Si, Ketua ranting DMI Rawa Mekar Jaya (RMJ) Ustadz H. Suradi, SE.MM, Sekretaris kelurahan (Sekel) Rawa Mekar Jaya Ferdiansyah, SE serta perwakilan DKM beberapa masjid diwilayah kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong BSD, seperti masjid Baitul Hikmah Nusaloka BSD, masjid Istana Yatim Nusaloka BSD, Nurul Iman BSD, masjid Al Mustaqim BSD serta masjid Al Hakim BSD. Sedangkan yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ustadz H.M. Thohir, SQ Wakil ketua IV Baznas Kota Tangsel bidang Sumber Daya Manusia (SDM) serta Ustadz Tarjuni, S.Pdi selaku Kabag Keuangan dan Pengumpulan zakat Baznas Kota Tangsel.

Wakil ketua IV Baznas Kota Tangsel Ustadz H.M. Thohir mengatakan bahwa sesuai ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat menjelaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) adalah lembaga yang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dan dalam pasal 1 (2) Undang-undang tersebut disebutkan bahwa zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

“Unit Pengumpul Zakat yang disingkat UPZ adalah satuan organisasi yang dibentuk oleh Baznas untuk membantu pengumpulan zakat.

Dan mengapa penting bagi masjid-masjid tersebut untuk membentuk UPZ?, karena Baznas ingin dalam rangka kita bersama-sama mengamankani ibadah dari para Muzakki yang membayarkan zakat hartanya melalui Amilin yang sah dan sesuai ketentuan hukum syariah yaitu lewat Baznas melalui perwakilannya yaitu UPZ di masjid-masjid,” terangnya.

Ditambahkan oleh Ustadz Thohir bahwa didalam Al Qur’an surat At Taubah (60) dikatakan bahwa didalam salah satu asnaf yang bertugas untuk pengumpulan zakat tersebut adalah yang disebutkan sebagai Amilin yang dikenal dengan UPZ tersebut. Hal tersebut menjadi sangat penting agar penyaluran dari zakat tersebut dapat dilakukan secara adil dan merata oleh para Amilin (UPZ/Baznas) kepada Delapan asnaf-asnaf yang berhak menerimanya.

Sementara itu dikesempatan yang sama, Ustadz Tarjuni selaku Kabag Keuangan dan Pengumpulan zakat Baznas Kota Tangsel menyatakan, tujuan dari Baznas Kota Tangsel menggandeng seluruh takmir masjid untuk menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar takmir masjid dapat terhindar dari sanksi denda atau pidana jika melakukan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara mandiri (tidak sesuai ketentuan Undang-Undang zakat).

“Sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2011, pengumpulan ZIS harus dilakukan oleh lembaga resmi dan berizin, yaitu Baznas melalui para amilinnya (pengumpul zakat) yaitu para UPZ di masjid-masjid. Karena jika pengumpulan zakat (ZIS) tersebut dilakukan oleh lembaga yang tidak berizin tersebut, dapat dikategorikan sebagai lembaga yang liar dan dapat dikenakan sanksi tindak pidana,” tandas Ustadz Tarjuni.

Lanjunya, ZIS yang ditarik melalui takmir (UPZ) di masjid tersebut pada intinya juga akan dikembalikan lagi kepada umat untuk kesejahteraan masjid dan masyarakat sekitar masjid yang lebih adil dan merata.

“Jika pengumpulan zakat tersebut dilakukan oleh lembaga yang sah dan legal agar mereka para takmir juga aman secara hukum. Karena jika pengumpulan zakat (ZIS) tersebut dilakukan tanpa izin yang sah, maka dapat dianggap sebagai penggelapan. Selain itu, pengumpulan ZIS yang legal dan sah juga akan lebih maksimal untuk pemberdayaan umat,” pungkasnya.(MBC/BTL)

 

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close