Saturday, October 31, 2020
Home > News > Public Service > Bantuan Terdampak Covid-19 Diduga Disunat Rp100 Ribu oleh Oknum RT di Kresek

Bantuan Terdampak Covid-19 Diduga Disunat Rp100 Ribu oleh Oknum RT di Kresek


Banten-News | Public Service | Tangerang Kabupaten

Sejumlah masyarakat penerima dana bantuan sosial (Bansos) yang terdampak virus corona atau covid-19 di Kampung Pulo RT 10/03, Desa Telok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang mengeluhkan adanya pemotongan sebesar Rp 100 ribuan oleh oknum ketua RT.

Akibatnya, uang bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) yang diterima hanya sebesar Rp 500 ribu, per kepala keluarga (KK). Harusnya per KK menerima sebesar Rp 600 ribu.

Salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM), warga Kampung Pulo, Desa Telok, Kecamatan kresek berinisial ER mengaku bahwa keluarganya hanya menerima sebesar Rp 500 ribu dari seharusnya Rp 600 ribu.

“Kabeh potong Rp 100 ribu wong Pulo mah, makane sing ngider kuh RT 09, kita mah RT 10. Ngmonge dikon wong pegawai desa, (semua dipotong Rp 100 ribu orang Kampung Pulo, yang keliling RT 09 ke warga RT 10, ngmongnya disruh pegawai desa_red),” kata ER kepada wartawan, Kamis (30/4/2020).

Menurut ER, pemotongan yang dilakukan oknum RT tersebut dengan cara mendatangi rumah penerima manfaat setelah pengawai Pos Indonesia pergi. Penerima manfaat terpaksa memberikan uang Rp 100 ribu karena oknum RT tersebut bilang tidak akan dapat menerima kembali bantuan tahap dua, bila tidak memberikan uang Rp 100 ribu tesebut.

“Sebetulnya, saya tidak keberatan bila uang itu dialihkan kepada warga yang tidak dapat bantuan, tapi pemotongan tidak jelas buat siapanya?,” tuturnya.

Senada disampiakan ER, penerima manfaat lainnya berinisial RU menambahkan, setelah melakukan pemotongan bantuan warga penerima manfaat di Kampung Pulo RT 10/03, oknum RT tersebut keliling ke RT lainnya.

“Setelah mengambil uang di RT 10, oknum RT itu pergi untuk mencoba pelakukan pemotongan ke RT berikutnya,” tukasnya.

Ketua RT 09 berinisial MU belum bisa dikonfirmasi. Saat didatangi kerumahnya sedang berada diluar. Saat dihubungi nomor kontak yang diberikan warga penerima manfaat, nomor kontak tersebut dalam keadaan tidak aktif.

Terpisah, Kepala Desa Telok Bunyamin mengaku, belum menerima kabar terjadinya dugaan pemotongan bantuan terdampak covid-19 di wilayahnya. Untuk itu, Bunyamin berjanji akan mengumpulkan kepala Rt se-Desa telok.

“Terimaksih infonya, nanti saya panggil RT nya. Mohon petunjuk kang (Bunyamin menyebut wartawan_red,” singkatnya Bunyamin melalui telepon, Jumat (1/5/20200). (Foto & Berita by Radar24)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close