Wednesday, June 16, 2021
Home > News > Public Service > Bangunan “SILUMAN” Kembali Muncul di Kampung Maruga Ciputat

Bangunan “SILUMAN” Kembali Muncul di Kampung Maruga Ciputat


Banten-News | Public Service | Tangerang Selatan

Karena kurangnya pengawasan dari dinas terkait, saat ini telah muncul pembangunan sebuah bangunan “SILUMAN” alias tanpa IMB yang diduga dan diperuntukan untuk sebuah bengkel mobil yang berlokasi di jalan Alif Gede, RT 003/004, Kampung Maruga, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat.

Media yang menerima informasi tersebut dan melihat langsung kelokasi pada Jum’at (26/02/2021) petang, memang benar dilokasi tanah seluas kurang lebih 900 M2 dialamat tersebut diatas saat ini sedang dilaksanakan pembangunan sebuah bangunan “Siluman” tanpa IMB.

Saat akan dikonfirmasi kepada para pekerja yang sedang mengerjakan pembangunan yang diduga untuk bengkel mobil tersebut, tidak satupun mandor dan pekerja yang mau dikonfirmasi dengan alasan itu bukanlah ranah dan kewenangan mereka untuk menerangkan.

“Wah maaf pak itu bukan kewenangan saya untuk menjawabnya. Kami tidak tahu kalau soal ijin IMB nya, kami hanya pekerja yang mengerjakan pembangunan gedung ini. Nanti bapak tanyakan saja kepada pemiliknya jika kesini,” kata salah seorang pekerja yang tidak mau memberitahukan identitasnya.

Terkait dengan hal tersebut, Andi Nawawi Ketua LSM Perkota Nusantara Indonesia menyatakan bahwa lagi-lagi masalah pengawasan pembangunan yang sangat lemah dari pihak terkait seperti Satpol PP, DPMPTSP,  Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Tata Ruang dan Bangunan dan juga aparatur pemetintah daerah lainnya seperti RT, RW, Kelurahan dan juga Kecamatan.

Permasalah adanya pembangunan sebuah bangunan yang tanpa mengantongi ijin Amdal dan IMB sudah terlalu sering muncul dan banyak menabrak Peraturan Pemerintah dan juga Undang-Undang, seperti Perda Kota Tangerang Selatan No.6 Tahun 2015 Tentang Bangunan Gedung, Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungam dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2012 tentang Kegiatan Wajib Amdal, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.16 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 8 Tahun 2013 tentang Tata Laksana Penilaian dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup serta Penerbitan Izin Lingkungan.

Menurut Andi Nawawi, izin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib Amdal atau UKL-UPL dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin Usaha dan/atau Kegiatan.

Padahal berdasarkan Dasar hukum untuk mendirikan bangunan itu harus memiliki IMB sesuai.dengan Perda Kota Tangerang Selatan No.6 Tahun  2015 Tentang Bangunan Gedung, peraturan dan perundang-undangan yang memuat tentang IMB adalah UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

“Dengan berulang-ulang terjadinya pembangunan di Kota Tangsel dan khususnya diwilayah Kampung Maruga tersebut, maka patut DIDUGA pihak-pihak dinas terkait seperti DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup dan juga Dinas PU serta Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Tangsel telah bekerja Lalai dan Abai dalam menjalankan kewajibannya melakukan pengawasan pembangunan gedung di Kota Tangsel. (Photo & Article of resource MBC-BTL)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close