Sunday, July 3, 2022
Home > News > Public Service > APBD Kota Tangerang Besar Tapi Warga Korban Gusuran Tol Jorr II Sampai “NGEMIS” Untuk Makan Dijalanan

APBD Kota Tangerang Besar Tapi Warga Korban Gusuran Tol Jorr II Sampai “NGEMIS” Untuk Makan Dijalanan


Banten-News | Public & Law | Tangerang Kota

Puluhan warga Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang yang menjadi korban gusuran proyek jalan tol Jorr II Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Selasa (16/02/2021) siang, kembali turun ke jalan guna “MENGEMIS” meminta uang kepada para pengendara kendaraan yang lewat untuk membeli sesuap nasi. Dan kali ini warga gusuran proyek tol Jorr II Bandara Soetta tersebut membuat posko di depan Pengadilan Negeri Tangerang.

Dan hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang hingga siang hari tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap turun ke jalan. Para korban penggusuran proyek tol Jorr II tersebut, hingga saat ini belum juga mendapatkan Keadilan atas harga tanah mereka yang layak dan pantas sesuai harga pasaran saat penggusuran.

Warga korban penggusuran tol Jorr II Bandara Soetta tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai “Tim 27”, mengaku hingga saat ini masih belum mendapatkan uang ganti kerugian yang layak dan pantas atas hak mereka yang sudah digunakan oleh pemerintah.

Menurut Dedi selaku Koordinator Masyarakat korban Penggusuran tol Jorr II Soetta, aksi “Mengemis” tersebut TERPAKSA mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami ngecrek (menggalang dana) untuk bisa makan. Karena sampai saat ini nasib kami masih belum jelas,” tutur Dedi.

Menurut Dedi, hingga sampai saat ini nasib para warga warga korban gusuran tol Jorr II masih terkatung-katung. Apalagi pihak Pengadilan Negeri Tangerang sampai saat ini masih belum memutuskan nilai konsinyasi (ganti rugi) tanah mereka.

“Intinya kami menuntut keadilan atas hak kami. Rumah kami sudah rata dengan tanah, kalau tidak dibayarkan kami akan terus sengsara,” tandasnya.

Sementara itu, Saiful Basri salah seorang perwakilan LSM yang mengawal kasus ini mengaku akan membuka posko kemanusiaan hingga malam hari.

“Kami akan nginep disini. Kami hanya memperjuangkan hak saudara kami, bukan minta yang lain,” ujarnya.

Lanjut Saiful Basri, yang akrab disapa Marcel, seharusnya Pemerintah Kota Tangerang dalam masalah ini dapat bersikap dan bertindak RESPONSIF, meskipun proyek Jorr II Soetta tersebut merupakan proyek nasional Pemerintah Pusat.

“Mau bagaimanapun ini masyarakat Kota Tangerang. Mereka memiliki hak atas lahan mereka, jadi mereka ini bukan Maling ! lalu kenapa Pemkot Tangerang kok seakan acuh sama nasib mereka. Dimana jiwa sosial pemimpin kita Walikota Tangerang Arief R Wismansyah,” tegasnya. (Foto & Article dari sumber MBC-BTL)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.