Monday, January 25, 2021
Home > News > Infrastructure > Aktifitas Truk Tambang Masih Abaikan Perbup 47 Tangerang

Aktifitas Truk Tambang Masih Abaikan Perbup 47 Tangerang


Warga Kosambi memberhentikan truk tambang dan meminta agar memutar balik kendaraannya dan tambang lalu lalang di Kemeri.

Banten-News | Infrastructure | Tangerang Kabupaten

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, merasa dilema terhadap aktivitas truk tanah yang tidak pernah mentaati Peraturan Bupati (Perbup) No 47 Tahun 2018 Tentang Pengaturan Jam Operasional Truk Pengangkut Tambang diungkapkan Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Agus Suryana.

Agus Suryana mengatakan, pihaknya sudah berusaha dengan keras untuk menindak dan mengantisipasi agar truk tanah tidak melintas disiang hari. Namun, tetap masih ada saja yang mencuri-curi waktu untuk melintas disiang hari atau melanggar Perbup Nomor 47 Tahun 2018.

Menurut Agus, truk tanah yang saat ini melintas berasal dari dalam, artinya truk yang mengangkut tanah galian di wilayah Kabipaten Tangerang berasal dari Kresek, Rajeg, dan Solear.

”Kami menjaga diperbatasan kalau truk tanah yang dari luar sudah tidak ada. Ada juga yang dari dalam jadi kita kecolongan juga, soalnya kita semua pada jaga diperbatasan,” kata Agus kepada wartawan, Rabu, 18 Desember 2019.

Agus juga mengaku bingung karena Perbup Nomer 47 tidak bisa memberikan sanksi kepada truk tanah yang melanggarnya, pihaknya hanya bisa memberikan perintah untuk putar arah atau memberhentikannya.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Dishub kekurangan personil maksimalnya Dishub membutuhkan 600 personil, namun saat ini personil yang tersedia hanya 150.

“Perbup tidak bisa kasi sanksi, kita cuma menyuruh putar arah, jadi tidak sanksi berat. Selain itu, kita kurang personil karena keterbatasan anggaran. Kota saja yang secuil begitu ada 300, sedangkan wilayahnya luas seperti ini hanya 150, seharusnya 600, ” katanya.

Agus mengatakan, dirinya pernah merima masukan agar Perbup No 47 dirubah menjadi Perda. Namun menurut Agus, jika Perbup dirubah menjadi Perda, maka Bupati dan Dishub tidak bisa menindak jika truk tanah melintas di Jalan Raya Provinsi dan Jalan Raya Nasional.

Untuk saat ini, dalam rangka mengantisipasi truk tanah melintas di siang hari, pihaknya akan memasang Portal diruas Jalan Raya Kabupaten Tangerang yang sering dilintasi oleh truk tanah.

“Cuma kalau Perda untuk dijalan Raya Provinsi dan Nasional gak bisa kita menindaknya. Sementara Perbup kan gak melihat status jalan, jadi jika itu memasuki wilayah Kabupaten maka ditindak. Untuk saat ini kita akan memasang portal di ruas-ruas yang rawan dilintasi oleh truk tanah dengan anggaran Rp 180 Juta, ” katanya. (kabar6)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close