Thursday, October 29, 2020
Home > News > Healt > AFIAS-6 ALAT TERBAIK DETEKSI COVID-19

AFIAS-6 ALAT TERBAIK DETEKSI COVID-19


Banten-News | Health | Jakarta

Saat ini masyarakat hanya mengetahui untuk mendiagnosa apakah seseorang terkena Covid-19 atau tidak hanya dengan pemeriksaan swab PCR, padahal ini adalah informasi yang keliru, riset di china pun sudah membantah hal ini dikarenakan sudah banyak ditemukan pasien dengan gejala klinis covid19 menunjukkan hasil swab PCR yg negative sehingga dapat disimpulkan untuk mendiagnosa seseorang positive terkena covid19 melalui 2 pemeriksaan yaitu tes swab PCR dan pemeriksaan kuantitatif antibodi.

Menurut Dr. Amira Farahnaz Dipl AAAM (American Academy Of Aesthetic Medicine), yang selama ini banyak pergi ke rumah sakit di berbagai daerah untuk menangani pasien Covid 19 mengatakan, “Banyak riset yang dilakukan terkait dengan Covid-19 ini, begitu pula dengan riset yang telah dilakukan juga oleh para peneliti di UK London, mereka berkesimpulan jika swab PCR hanya memiliki tingkat akurasi 50%-70%, sehingga masih ada 30%-50% kesalahan dalam mendiagnosa pasien tersebut, 12 Oktober 2020

Kini telah hadir alat bernama Afias-6. Alat buatan Korea Selatan ini merupakan alat yang jitu karena memiliki tingkat akurasi diatas 95% . Afias-6 berfungsi untuk mengetahui seseorang telah terpapar virus Covid-19 di tubuhnya. Setelah seseorang diambil sampel darahnya, akan bisa diketahui hasilnya setelah melalui olah mesin Afias-6. Apabila angka di kertas print out itu menunjukkan kurang dari 1,1 maka, Afias-6 akan membaca negatif. Artinya tidak ada virus yang melekat di tubuh orang tersebut. Namun apabila Afias-6 membaca lebih dari 1,1 maka, orang tersebut sudah terpapar virus corona.

Sebetulnya Afias-6 ini adalah sebuah alat pintar yang dapat menghitung atau membaca kadar gula dalam darah, kolesterol, asam urat dll. (namun dengan menggunakan cartride khusus, alat ini mampu membaca terpapar atau tidaknya seseorang akan Covid-19)

Alat ini juga diyakini mampu mendeteksi dengan cepat dan akurat. Jika dibandingkan dengan rapid tes jenis lain, Afias-6, jauh lebih efisien dalam membaca tingkat keakurasian serta waktu yang diperlukan hanya dalam kurang lebih 20 menit saja. Saat ini baru sekitar 70-80 instansi saja yang menggunakan alat ini. Salah satunya Group Marbella Indonesia dan Amira Aesthetic Clinic.

Menurut dr. Amira, “Afias-6 bisa digunakan untuk proses Isolasi mandiri. Banyak pasien berbulan-bulan di rumah sakit ketika di tes PCR-nya masih menunjukkan positif, padahal hanya IgG nya saja yang positif dan seharusnya ini sudah bisa pulang dan dikatakan sembuh,” kata Amira.

Rapid test hanya bisa mendeteksi setelah kadar IgM nya tinggi, mungkin setelah lebih dari 10 hari dan apabila pasien sudah berada di step 3, dan pada step 4 pasien sudah berbahaya, dalam artian kuman atau virus sudah memenuhi paru dan membentuk flek seperti lem.

“Waspadai demam karena bisa berarti carrier, tapi memang harus diketahui, ini demam flu atau demam biasa lainnya. Misalnya seseorang yang demam kemudian di cek dengan Avias-6, keluarnya hasilnya adalah positif. Sudah dapat dipastikan bahwa orang tersebut telah terpapar , namun begitu untuk memastikannya harus tetap menggunakan tes swab PCR,” jelas Dr. Amira yang juga sudah menggunakan alat Afias-6 untuk memeriksa pasiennya.

Ia juga menambahkan bahwa orang yang diperiksa, jelas itu sudah terpapar virus Covid-19. Namun ketika di tes swab bisa saja hasilnya adalah negatif (tidak terlihat) karena virus sudah tidak ada lagi di tenggorokan dan sudah turun kebawah, sehingga untuk mengambil sampelnya ditenggorokan tidak diketemukan. Padahal sesungguhnya dia sudah terpapar, Jadi harus hati-hati karena bisa mengelabui hasil swab.

Perlu di garis bawahi Afias-6 bukan untuk mengklaim seseorang terkena covid-19, namun adanya kuman yang ditandai dengan hasil positif bisa dipastikan atau diwaspadai terpapar virus covid-19 oleh karenanya masih diperlukan PCR untuk memastikannya. Mesin Afias-6 ini bisa mendeteksi kadar antibody sejak 2-3 hari terpapar covid, sehingga baik sekali sebagai screening dan preventif untuk pemulihan dan pencegahan.

Mesin Afias-6 bukan hanya mendeteksi reaktif atau non reaktif seperti rapid test pack, tapi mengukur kadar (titer) antibodi covid19 IgM dan IgG di dalam darah , seperti layaknya test untuk typus, ataupun demam berdarah, sehingga dari kadar level antibody bisa dilakukan tindakan screening, dan preventif untuk penyembuhan dan mencegah penularan.

Tes Rapid

Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah yang fungsinya untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobbulin terhadap virus dalam tubuh. Antibodi adalah sistem kekebalan tubuh yang dibentuk oleh protein untuk melawan virus, bakteri, atau benda asing lainnya.

Tes rapid ini akan mengukur dua jenis imuneglobbulin; yang pertama adalah imuneglobbulin M (IgM) ; yaitu dimana untuk pertamakalinya diketahui jika tubuh telah terpapar oleh bakteri atau virus. Oleh karena itu, antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap suatu infeksi. Saat tubuh pertama kali terinfeksi, kadar IgM akan meningkat. Sedangkan yang kedua adalah imuneglobbulin G ( IgG) adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini dapat memberikan perlindungan terhadap bakteri atau virus yang pernah masuk ke tubuh, sehingga dapat memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.

Rapid test akan membaca hasilnya dengan reaktif dan tidak reaktif. Reaktif diasumsikan sebagai antibody positif dimana IgM dan IgG keduanya reaktif, ini menunjukkan kalau seseorang telah mengalami infeksi tertentu, namun belum tentu corona virus –covid-19, maka akan diperlukan tes lanjutan swab test atau PCR. Karena melalui tes ini, infeksi dalam tubuh bisa dapat dipastikan akibat COVID-19 atau bukan.

Sedangkan untuk hasil deteksi antibodinya nonreaktif yang diasumsikan sebagai antibody negatif dimana IgM dan IgG keduanya nonreaktif, ini menunjukkan kalau seseorang atau pasien itu tidak mengalami infeksi tertentu. Namun begitu rapid tes harus dilakukan berulang sekali lagi diantara hari ke 7 – 10, dan disarankan untuk isolasi mandiri meskipun merasa sehat.

Jadi hasil reaktif dari rapid tes perlu tindak lanjut dari pemeriksaan swab untuk memastikan apakah seseorang itu memang benar terpapar covid-19 atau malah sebaliknya. Seperti yang sudah dituliskan di atas bahwa Afias-6 ini adalah alat pemeriksaan antibody kwantitatif Immunoglobine yang namanya swab antigen. Jadi Afias-6 ini juga bisa digunakan untuk swab dengan akurasi diatas 95%. Jadi di dalam satu alat ini bisa didapatkan dua fungsi yang berbeda. Jadi bagaimana, sudahkan anda mempertimbangan untuk melakukan test Rapid atau SWAB dengan mesin Afias-6? Untuk informasi lengkap bisa menghubungi:

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close