Thursday, May 13, 2021
Home > News > Social Problems > Ade Satir : Bayi Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan

Ade Satir : Bayi Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan


Banten-News | Social Problems | Pandeglang

Penderitaan Ade Satir (1,5 ) asal Kampung Telasari Desa Cigelis, Kecamatan Cigelis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sungguh menyayat hati. Lantaran bocah yang seharusnya bermain riang bersama teman-temannya hanya mampu terbaring lemah tak berdaya karena mengidap penyakit tumor ganas ditubuhnya.

Nurhaenah ibu dari sang bayi mengungkapkan, tidak ada firasat atau pertanda apapun selama kehamilan Ade. Sakit yang diderita buah hatinya kata Nurhaenah, itu bermula dari munculnya tanda lahir berbentuk bintik merah diperut bagian samping kanan, namun bintik merah itu semakin membesar seiring bertambahnya usia sang anak.

”Diketahui bahwa selama hamil Ade biasa aja layaknya orang hamil normal dan waktu baru lahir dikira tanda lahir biasa ternyata tanda itu semakin membesar dan melebar dan anak saya sering demam dan merasa kesakitan,” ungkapnya, Selasa (4/5/2021) yang dikutip siberindo.co.

Selanjutnya Nurhaenah mengaku bersama suaminya sempat membawa Ade ke seorang dokter, saat itu dokter mengatakan , bahwa Ade menderita tumor ganas dan harus dioperasi, dokter juga menyarankan agar dirinya membuat kartu BPJS, karena untuk operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Pernah dibawa berobat ke dokter Rijal, waktu itu hanya disuruh bikin BPJS karena katanya untuk biaya operasi butuh uang banyak jangan sampai menghabiskan rumah dan sawah, boro boro rumah sama sawah saya tinggal aja masih numpang,” ucapnya

Nurhaenah menambahkan, Kondisi anaknya semakin parah saat usianya masuk usia 1 tahun. Dari bintik merah, muncul benjolan, kini kondisi Ade semakin memburuk dan terkulai lemah ditempat tidur.

Masih kata Nurahenah, karena keterbatasan ekonomi, dirinya hanya bisa pasrah pada keadaan dan kondisi sang anak, dengan tetap berharap akan ada bantuan yang datang.

“Suami saya kan pekerjaannya serabutan jangankan untuk biaya operasi anak untuk makan sehari-hari aja kami harus kerja keras,” tutupnya.

Nurhaenah berharap, adanya uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan, untuk biaya pengobatan anak ketiganya tersebut.  (siberindo.co/mlt)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close