Sunday, January 17, 2021
Home > News > Infrastructure > 83.500 Orang Diprediksi Tinggalkan Jakarta Via Bandara Soetta Tapi Tidak Semuanya Penumpang Pesawat

83.500 Orang Diprediksi Tinggalkan Jakarta Via Bandara Soetta Tapi Tidak Semuanya Penumpang Pesawat


Banten-News | Infrastucture | Tangerang Bandara

Sebanyak 83.500 orang diperkirakan akan meninggalkan Jakarta menggunakan pesawat hari ini. Data tersebut tercatat dari keberangkatan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

“Pada hari ini, Rabu, 23 Desember 2020, jumlah penumpang pesawat diperkirakan mencapai sekitar 83.500 orang dengan sebanyak 846 penerbangan,” ujar VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano, melalui keterangan tertulis, Rabu (23/12/2020).

Yado mengatakan hari ini dan besok diprediksi menjadi puncak arus mudik Natal dan tahun baru. Untuk mengantisipasi penumpukan, penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta diimbau memperhatikan syarat penerbangan, salah satunya menunjukkan hasil rapid test antigen atau PCR.

“Di terminal, penumpang akan dilakukan validasi surat hasil tes COVID-19, baik itu rapid test antigen atau PCR test, oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan, selain tentunya dilakukan juga pemeriksaan kartu identitas diri dan tiket penerbangan oleh personel keamanan bandara,” tuturnya.

Yado mengharapkan keaktifan penumpang dalam menyediakan berkas-berkas yang sudah ditentukan. Pasalnya, kedisiplinan itu diperlukan agar pemeriksaan oleh petugas berjalan lancar.

“Kami mengimbau agar penumpang pesawat sudah menyiapkan dokumen-dokumen tersebut agar pemeriksaan berjalan lancar dan proses keberangkatan juga berjalan lancar. Selain itu, calon penumpang pesawat juga agar menerapkan jaga jarak di setiap titik, menggunakan masker, dan sering mencuci tangan,” kata Yado.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan bahwa masyarakat yang terjebak antrean panjang di fasilitas cek Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) beberapa hari yang lalu tidak semuanya penumpang pesawat.

Menurut Tulus, selain calon penumpang pesawat, calon penumpang kereta api (KA) dan Kapal laut juga menggunakan fasilitas Tes Covid-19 yang harganya lebih murah di Bandara Soetta.

“Jadi keterangan yang saya dapatkan dari Pak Dirut APII, bahwa banyak masyarakat yang bukan calon penumpang pesawat melakukan rapid test antigen di Bandara Soetta,” kata Tulus saat dijumpai di Terminal 3 Bandara Soetta.

Ia menuturkan, kurang lebih 60 persen masyarakat yang melakukan rapid test antigen di Bandara Soetta tidak seluruhnya merupakan penumpang pesawat terbang, khususnya di Bandara Soetta.

“Rata-rata mereka adalah penumpang kapal laut dan kereta api yang juga harus menyertakan rapid test antigen,” ujar Tulus.

Selain alasan tersebut, Tulus bilang bahwa fasilitas Rapid Test Antigen masih minim dan tarifnya pun berbeda jauh dengan yang di Bandara Soetta. Sehingga masyarakat berbondong-bondong ke Bandara Soetta.

“Makanya masyarakat datang semua ke sini di hari yang sama. Di Bandara Soetta hanya Rp200 ribu. Sementara di rumah sakit harganya jauh lebih mahal,” ungkapnya.

Lebih jauh Tulus menuturkan, adanya antrean rapid test antigen yang cukup panjang di Bandara Soetta juga merupakan dampak dari adanya kepanikan masyarakat akan regulasi yang sangat mendadak.

“Sehingga menimbulkan panic policy, masyarakat panik dan akhirnya berbondong-bondong melakukan rapid test di hari yang sama,” jelas Tulus.

Dirinya menilai, Pemerintah tidak konsisten dalam membuat kebijakan untuk menghadapi COVID-19 hingga membuat masyarakat bingung.

“Hal ini tentunya menimbulkan kekacauan di lapangan itu menjadi masalah serius karena bisa menimbulkan klaster baru, khususnya di Bandara Soetta,” ujar Tulus.

Meski begitu, Tulus mengapresiasi PT Angkasa Pura II yang telah membuat skema untuk mengurai adanya antrean rapid test di Bandara Soetta.

Namun demikian, Tulus meminta pemerintah untuk lebih serius dan konsisten dalam membuat kebijakan penanganan COVID-19.

“Jadi saya kira pemerintah semakin menyadari di satu sisi ada kepentingan ekonomi dan satu sisi kepentingan kesehatan. Namun sisi positifnya dengan aturan yang ada, masyarakat yang bepergian dijamin orang sehat, karena kalau kita tidak aman, maka tidak boleh melakukan perjalanan,” tandasnya.

Penumpang juga diharapkan hadir di bandara 2 jam sebelum keberangkatan pesawat. Jika belum memiliki hasil rapid test antigen atau PCR, diharapkan hadir 4 jam sebelum keberangkatan pesawat untuk menjalani rapid test antigen terlebih dahulu.

Berikut ini daftar lokasi yang menjadi tempat penumpang bisa melaksanakan rapid test antigen:

1. Airport Health Center di T1 (Walk in Service)
2. Airport Health Center di T2 (Stasiun Skytrain – Walk in Service)
3. Airport Health Center di T2 (Terminal 2D – Pre-order Service)
4. Airport Health Center di T3 (SMMILE Center – Walk in Service)
5. Airport Health Center di T3 (area lounge umroh – Pre-order Service)
6. Drive Thru tes di lapangan parkir T3
7. Drive Thru tes di lapangan parkir T2
8. Drive Thru tes di lapangan parkir T1

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close